
Kondisi bumi yang semakin buruk akibat pemanasan global membuat banyak orang mulai sadar akan pentingnya membuat segala sesuatu yang ramah lingkungan. Mulai dari membuat sesuatu yang bisa didaur ulang, budidaya makanan organik, hingga membuat konsep rumah ramah lingkungan.
Pemanasan global ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti pencemaran lingkungan akibat polusi dan tingginya emisi yang disebabkan oleh kendaraan dan limbah industri, termasuk limbah perumahan. Maka dari itu, adanya konsep rumah ramah lingkungan dianggap penting dan harus diterapkan secara masif.
Rumah ramah lingkungan atau yang dikenal dengan istilah eco-house adalah sebuah konsep rumah yang pembangunannya tetap memanfaatkan potensi alami yang ada di sekitarnya secara optimal. Gaya hidup yang diterapkan juga ramah lingkungan, di mana penghuni rumah secara konsisten menerapkan konsep ini di setiap aspek kehidupan mereka.
Penghuni yang menerapkan konsep ini secara sadar akan memilih setiap barang yang ada di rumahnya dengan produk yang terbuat dari bahan yang aman dan ramah lingkungan. Tujuannya adalah supaya mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan menjaga kondisinya tetap asri. Maka dari itu, kita bisa melihat bahwa konsep eco-house ini perlu dijalankan dengan cermat dan tidak bisa asal-asalan.
Mengenal Ciri-ciri Desain Rumah Ramah Lingkungan
Siapkah Anda untuk menjalankan konsep ramah lingkungan? Jika iya, apakah Anda sudah tahu bagaimana ciri-ciri rumah ramah lingkungan tersebut? Kenyataannya banyak orang yang masih salah dalam memahami konsep ramah lingkungan ini, di mana mereka banyak mengadaptasi ide dari luar negeri yang sebenarnya kurang pas untuk diterapkan di iklim Indonesia.
Maka dari itu, berikut ini adalah ulasan mengenai konsep rumah ramah lingkungan yang dianggap cocok dengan iklim dan cuaca di Indonesia yang cenderung panas.
Bahan Bangunan Ramah Lingkungan
Mengusung rumah hijau tidak akan berhasil jika Anda masih menggunakan bahan bangunan yang meninggalkan limbah dan mengancam lingkungan sekitar. Maka dari itu, salah satu ciri dari rumah ramah lingkungan adalah memilih bahan alami dengan hati-hati. Berikut ini beberapa contoh bahan bangunan yang masuk kriteria ramah lingkungan.
- Tanaman hempcrete
- Ashcrete atau seneb yang ramah lingkungan
- Tanah yang dipadatkan
- Batang kayu
- Bambu
- Batang jerami
- Batu bata tanah liat
Semua bahan bangunan yang ramah lingkungan ini masih cukup mudah untuk didapatkan dan bisa dibilang harganya masih cukup terjangkau bagi banyak kalangan. Namun, diperlukan keahlian dan pemahaman teknik pemasangan yang baik agar hasil bangunan dari bahan tersebut bisa lebih kokoh dan tahan lama. Terlebih kita tahu bahwa bahan alami punya risiko kerusakan yang cukup tinggi.
Lihat juga : Gaya dan Inovasi Terbaru Dunia Fashion Kontemporer
Drainase dan Pengelolaan Limbah yang Baik
Hampir semua pengembang perumahan atau pemilik properti akan mengklaim bahwa bangunan yang mereka buat merupakan bangunan yang ramah lingkungan dan aman. Tapi tetap saja Anda harus lebih teliti dan banyak menanyakan hal secara detail agar bisa memastikannya.
Lihatlah apakah rumah dan perumahan tersebut dilengkapi dengan sistem drainase dan pengelolaan sampah yang baik, yaitu memisahkan sampah organik dan non-organik. Kemudian apakah sistem drainase ada beroperasi dengan baik di seluruh sudut perumahan. Lalu, pastikan apakah limbah keluarga disalurkan ke tempat yang seharusnya, bukan dibuang ke sungai. Jika semua hal itu tidak berlaku, maka bisa dipastikan bahwa semua klaim itu hanyalah bualan.
Pemanfaatan Energi Alternatif
Perbedaan desain rumah ramah lingkungan dengan jenis rumah biasa adalah pada konsep pemanfaatan sumber energinya. Secara umum, eco-house akan memanfaatkan energi alternatif sebagai pendukung daya listrik di rumah tersebut. Salah satu jenis sumber energi yang banyak digunakan saat ini adalah panel surya. Tidak hanya mendukung penghijauan, panel surya juga dianggap lebih hemat biaya listrik.
Pemasangan panel surya tentunya ada di tempat yang terbuka. Perlu untuk membuat desain rumah yang mendukung pemasangan panel surya di bagian atap rumah, maka dari itu perlu untuk membuat bagian atap khusus yang dilengkapi penopang panel surya. Anda bisa tetap mempertahankan desain rumah sebagaimana mestinya dan menggunakan tambahan tiang untuk memungkinkan panel surya terpapar sinar matahari secara sempurna.
Rumah dengan Ruang Hijau Terbuka
Desain rumah hijau tidak harus memiliki lahan yang luas, begitu juga dengan pengadaan lahan hijau terbuka di rumah ramah lingkungan. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan luas lahan yang masih tersedia. Tidak jadi masalah jika Anda hanya memiliki taman kecil terbuka di rumah Anda.
Hal terpenting adalah Anda bisa menanam beberapa jenis tanaman hijau yang akan memperbaiki kualitas udara di sekitar rumah Anda. Pastikan Anda membuat lubang biopori di area taman kecil tersebut agar tetap memiliki resapan air yang baik dan aman.
Jika memungkinkan, Anda bisa membuat desain ruang hijau tidak hanya di bagian depan atau belakang rumah, tapi sekeliling rumah Anda juga perlu untuk dibuat penghijauan. Ini akan memungkinkan jika lahan rumah Anda cukup besar, misalkan mencapai 40% dari total luas lahan rumah.
Lihat juga : Rumah Idaman Dengan Inspirasi Gaya yang Berbeda
Tidak Banyak Sekat
Desain rumah ramah lingkungan biasanya tidak banyak memiliki sekat di dalamnya. Tujuannya adalah untuk menghasilkan sirkulasi udara yang lancar dan menyeluruh ke setiap sudut ruangan. Kita tahu bahwa AC menjadi salah satu penyebab adanya pemanasan global dan dengan cara ini bisa mengurangi penggunaan AC karena rumah Anda sudah dapat asupan udara yang lebih dari cukup.
Kalaupun Anda menginginkan adanya sekat, mungkin Anda bisa menggunakan sekat yang banyak pori-pori atau lubang. Cara lain adalah dengan memilih sekat dari kaca tebal dan aman yang memungkinkan cahaya tetap masuk sehingga rumah Anda bisa lebih hemat listrik karena tidak perlu menyalakan lampu di siang hari.
Desain Rumah dengan Atap Naungan
Indonesia adalah negara tropis yang cenderung panas saat siang. Apalagi jika rumah Anda menghadap ke arah matahari terbit, maka pada waktu pagi hingga siang hari akan ada paparan sinar matahari yang cukup ekstrem. Cara mengatasinya adalah dengan membuat atap naungan yang bisa menghalau cahaya terik matahari langsung.
Anda masih bisa mengatur intensitas cahaya matahari yang masuk ke area depan rumah Anda dengan memilih bahan atap yang transparan yang berwarna. Pastikan memilih atap transparan yang berwarna untuk mengurangi intensitas cahaya, karena jika kaca bening, maka bisa jadi membuat bagian depan rumah Anda terasa makin panas dan bisa merusak bagian depan rumah Anda jika dibiarkan terlalu lama.
Selain mengatasi masalah cahaya matahari yang berlebihan, tentunya ini juga bisa menghalau serangan air hujan deras yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Maka dari itu, cobalah untuk menerapkan desain rumah atap naungan agar rumah Anda bisa lebih ramah lingkungan dan ramah bagi kesehatan Anda.
Peletakan Ventilasi yang Tepat
Masih berhubungan dengan sirkulasi udara dan kita tahu bahwa udara menjadi faktor terpenting dalam kesehatan tubuh manusia. Maka dari itu, cobalah untuk memperhatikan dengan seksama di mana Anda akan meletakkan ventilasi udara di rumah ramah lingkungan Anda.
Menurut pemahaman mainstream, ventilasi idealnya diletakkan di bagian tembok atas rumah atau beberapa ada yang meletakkan di area miring atap dengan daun pintu yang anti bocor. Akan tetapi, para ahli berpendapat bahwa sirkulasi udara yang berasal dari bawah juga sama pentingnya.
Ini karena kita berbicara tentang arus dan sirkulasi udara. Ketika kita membuat banyak jalan udara di rumah, maka artinya akan semakin mudah bagi udara untuk berganti dan di ruangan rumah Anda selalu ada udara baru yang berasal dari luar. Dengan begitu Anda bisa menikmati udara pagi yang lebih segar agar kondisi tubuh semakin sehat.
Adaptasi Desain Rumah Tradisional
Konsep rumah tradisional bukan berarti konsep yang ketinggalan zaman. Kenyataannya konsep dan desain rumah tradisional bisa diterapkan di zaman modern dengan tujuan memiliki rumah yang ramah lingkungan. Sebagai contoh adalah desain rumah panggung yang akan menghindarkan Anda dari kelembaban tanah dan meningkatkan sirkulasi udara dari area bawah rumah.
Pada penerapan di zaman modern, mungkin Anda tidak harus membuat rumah panggung yang tampak terlalu tinggi. Anda bisa membuat desain rumah Anda dengan ide rumah panggung namun dengan ketinggian yang cukup, jadi tampilan luarnya bisa lebih estetik dan modern.
Ketinggian Atap Rumah
Setelah membicarakan sirkulasi udara di area bawah rumah dengan memegang konsep rumah panggung, membuat desain rumah dengan atap yang cukup tinggi juga akan memperkuat sirkulasi udara yang baik. Selain itu, rumah dengan atap yang tinggi memberikan kesan rumah yang luas. Jika bagian atas Anda pasang kaca, maka cahaya yang masuk akan membantu bagian dalam rumah Anda tampak lebih cerah.
Hal yang paling menarik dari desain rumah atap tinggi adalah membuat rumah Anda jadi tampak lebih mewah. Walaupun mungkin akan lebih sulit untuk membersihkan bagian atapnya karena terlalu tinggi. Namun, di samping semua itu, ini adalah desain rumah ramah lingkungan yang sedang jadi tren saat ini.
Dukung dengan Gaya Hidup Sehat
Setelah banyak membicarakan desain rumah ramah lingkungan, hal selanjutnya yang penting untuk dibicarakan adalah gaya hidup sehat. Tidak ada gunanya Anda memiliki rumah ramah lingkungan jika Anda tidak memiliki gaya hidup sehat, semuanya hanya akan bertentangan.
Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk memulai gaya hidup sehat adalah dengan mengurangi penggunaan plastik yang akan menjadi limbah rumah tangga yang paling mengancam bumi kita.
Selanjutnya Anda bisa memilih produk dan bahan makanan yang sehat dan bebas dari senyawa kimia. Anda juga bisa mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang bisa mengancam alam dengan emisi karbonnya.
Anda bisa mulai rutin berolahraga dan menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dengan jarak yang dekat. Selain mengurangi risiko polusi udara, Anda juga bisa menyehatkan diri Anda dan memperkuat imun agar tidak mudah sakit.
Itulah ulasan mengenai desain rumah ramah lingkungan yang sedang jadi tren saat ini sebagai sebuah langkah untuk menghijaukan kembali bumi kita. Semoga dengan ulasan ini Anda bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan mulai dari rumah Anda sendiri, untuk masa depan anak cucu kita.
